Kamis, 18 Agustus 2011

HARMONY IN DIVERSITY

NAFI'AH FIDDINI (TROYES)
KEL.13(PERANCIS) ZONA EROPA

Kekayaan dibalik Perbedaan
Berjuta argument menarik disitir oleh sejumlah kalangan untuk menyatakan bahwa perbedaan itu ialah pemicu setiap kekerasan, kericuhan, dan penindasan. Namun, benarkah pendapat-pendapat tersebut?
Secara umum, perbedaan itu memang menimbulkan ketegangan pada suatu kondisi. Perbedaan pendapat dalam diskusi di kampus, perbedaan pendapat dalam menentukan mapres atau mawapres universitas, bahkan dengan meneliti lebih lanjut, perbedaan itu begitu banyak, hingga tak dapat dituliskan dan digambarkan.
Namun demikian, bukankah sekarang kita masih tetap hidup dengan berbagai perbedaan tersebut? Kita juga hidup dengan layak, tenang, aman , nyaman, dan bahagia dengan lingkungan yang serba berbeda. Cobalah memikirkannya sejenak....! lihatlah sekeliling kita, bukankah mereka juga berbeda dengan kita? Tak mungkin kita bisa mengelaknya.

Demikianlah perbedaan itu menjadi warna bagi kehidupan seseorang. Dengan perbedaan kita mampu mengupgrade diri, menilai dan mengevaluasi semua yang ada.
Tapi benarkah perbedaan itu hanya bernilai positif? Bagaimana dengan pertikaian di poso, suku dayak, dan di belahan bumi lain yang mengalami hal serupa karena perbedaan?
Perbedaan tidak dapat kita bahas dalam satu kajian secara umum. Diperlukan pembahasan dan kajian yang mendalam dan rinci terkait dengan perbedaan. Karena dengan menentukan objek dari perbedaan tersebut, kita akan mulai mampu manakah perbedaan yang harus dilestarikan dan manapula perbedaan yang harus dihancurkan.
Adapun lingkungan kampus yang baru dikenal, maka pertemanan dan persahabatan yang penuh perbedaan akan mampu membantu seseorang untuk menjadi sosok yang lebih dewasa dari sebelumnya. Ia mulai belajar menerima pendapat teman yang lebih baik, meski harus berbeda dari dirinya. Ia mulai memahami sikap dan karakter teman, serta menutupi dan mengingatkan hal-hal negatif yang yang ada pada temannya. Istilahnya adalah saling pengertian satu sama lain antar sesama orang baru di kampus yang mereka tempati untuk menuntut ilmu tersebut. Kerena secara tidak sadar kondisi itu menghantarkan mereka pada jiwa dasar sosial yang sudah jauh tertanam sejak jaman nenek moyang seluruh mahluk hidup di muka bumi ini khususnya manusia.

Didalam teori zoon piloticon menggambarkan bagaimana manusia hidup dan berinteraksi satu sama lain. Mari kita tengok kembali sejarah awal peradaban manusia. Ribuan tahun yang lalu nenek moyang kita hidup dengan cara berburu, bercocok tanam, dan terus berkembang hingga saat ini. Di dalam cara bertahan hidup itu manusia mulai saling berkoordinasi satu sama lain untuk berusaha bagaimana seluruh anggota dalam kelompok mereka dapat mengisi perut mereka kali ini.
Dalam hal ini memang terdapat perbedaan tugas antara laki-laki dan wanita. Kaum lelaki biasanya bertugas turun ke hutan belantara atau savana untuk berburu karena secara fisik dan kekuatan juga taktik, mereka dinilai lebih mampu dibanding wanita. Sementara itu kaum wanita bertugas menjaga dan merawat anak-anak, menjaga camp kelompok, dan mempersiapkan bumbu masakan untuk mengolah daging dan makanan lain hasil buruan kaum lelaki. Bagaimana jika mereka enggan bekerja sama ? maka tidak akan ada yang namanya keselarasan hidup. Meskipun hanya sekedar urusan makan, jika tidak ada koordinasi yang baik satu sama lain, maka tidak akan tercapai tujuan yang memuaskan. 

Dari rangkaian kejadian singkat itu kita bisa berfikir bahwa sekalipun ditakdirkan terlahir dengan banyak perbedaan yang ada baik berbeda secara kelamin dan lainnya, mereka masih mampu berkoordinasi dengan baik demi kelangsungan hidup mereka. Bisa dibayangkan jika mereka enggan berkoordinasi dalam balutan perbedaan yang ada dan hal itu tetap bertahan hingga saat ini. Kemudian menjadi sifta turun-temurun yang pastinya akan sangat sulit sekali dihindarkan, maka jangan berharap akan tercipta kedamaian di atas muka bumi ini.

Mangupas perihal perbedaan, mari sejenak kita lihat satu semboyang negara kita ”BHINNEKA TUNGGAL IKA”. Frasa ini berasala dari bahasa jawa kuno yang berarti ”berbeda-beda tetapi tetap satu”. Jika dijelaskan secara harfiah kata bhinneka artinya berneka ragam. Kata neka dalam bahasa jawa kuno artinya macam dan menjadi pembentuk kata aneka dalam bhs indonesia. Kata tunggal artinya satu dan kata ika artinya itu. Maka jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia secara harfiah artinya beraneka satu itu yang maksudnya adalah meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap berada dalam satu kesatuan. Hal ini kemudian dijadikan semboyan atas beribu macam perbedaan yang ada di bumi Indonesia. Mulai dari berbedanya kita atas budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.
Seperti diketahui bersama betapa kayanya negeri ini. Dengan kondisi geografis yang hampir seluruhnya diliputi laut hingga menyebabkan negeri ini dikenal sebagai negara maritim dan ukurannya yang tidak sebesar dan seluas eropa maupun amerika. Indonesia dikaruniai sebuah kekayaan yang tidak mudah ditemukan di tempat manapun selain Indonesia. Kita hidup didalam aneka macam budaya. 

Budaya antara satu daerah dengan daerah lainnya tidaklah sama. Semisal adat pernikahan pastilah seluruhnya berpendapat bahwa adat satu sama lain antar daerah itu tidak sama. Di Sumatera adat meminang biasanya dilakukan oleh pihak wanita kepada pihak lelaki. Sementara di Jawa, meminang dilakukan oleh kaum lelaki pada pihak wanita. Dan jika ada salah satu dari mereka yang mau menikah antara orang batak dan jawa, maka tekhnisi pelaksanaannya diserahkan pada kesepakatan masing-masing keluarga mempelai. Tidak ada kericuhan karena perbedaan tata cara pernikahan tersebut. Meskipun ada, namun mereka bisa menerima hal tersebut atas rasa kesadaran berbangsa dan kesamaan tujuan. 

Sementara dilihat secara kebahasaan, di Indonesia juga tidak kalah beragamnya. Dalam satu provinsi terdapat begitu banyak bahasa daerah yang kemudian menjadi ciri khas masing-masing daerah tersebut. Ada bahasa jawa Surabaya, Lumajang, Banyuwangi oseng dan Banyuwangi biasa. Ada pula Bahasa Madura yang banyak digunakan tidak hanya di kalangan penduduk asli pulau Madura, tapi juga meluas ke berbagai daerah di Jawa Timur khususnya Probolinggo, Situbondo, Bondowoso dan sejumlah daerah lainnya. 

Ada pula bahasa Bima, Sasak, dan lain sebagainya. Bahkan di Papua perbedaan bahasa itu bisa terjadi di dalam satu desa yang rumah penduduknya berdekatan. Namun buruknya, karena di daerah tersebut masih rawan dengan yang namanya konflik. Maka pemakaian bahasanya pun tidak bisa digunakan sembarangan. Bahkan orang asing maupun dalam negeri yang datang dengan tujuan penelitian mengaku kesulitan melakukannya. Karena warga disana cenderung sangat berhati-hati dalam berkomunikasi terutama pada orang-orang asing. Mereka khawatir, akan terjadi kesalah pahaman informasi yang nantinya bisa memicu timbulnya konflik. 

Hanya saja, sekalipun terdapat beragam perbedaan dalam hal bahasa, semua itu masih dapat dipersatukan dengan yang namanya bahasa nasional yaitu bahasa Indonesia. Hal ini memudahkan mereka untuk bisa berkomunikasi satu sama lain. Bukankah negara unik kita kawan ?
Tidak cukup sampai disitu saja, masih terdapat kekayaan perbedaan lagi yang kita punya. Agama. Di Indonesia yang sekalipun mayoritas beragama islam, namun agama lain selain islam tetap dapat hidup rukun satu sama lain. Mendirikan tempat ibadah dan beribadah sesuai keyakinan masing-masing. Bahkan keanekaragaman ini dianggap sebagai salah satu kekayaan dalam negeri yang patut dijaga keutuhan kerukunannya. 

Begitu banyak perbedaan yang ada diantara kita. Baik dari segi apapun itu. Karena tuhan menciptakan keragaman agar kita tidak merasa jenuh dengan hal-hal yang selalu berbau monoton. Bisa kita bayangkan apa jadinya hidup ini, jika mahluk yang ada hanya melulu wanita atupun laki-laki saja. Atau mungkin nuansa hidup yang ada hanyalah warna-warna itu saja tanpa perubahan. Apa yang akan terjadi dengan hidup ini ?
Setelah kita tengok keragaman yang kita punya, tinggal kita buka mata dan telinga juga hati lebar-lebar untuk menerimanya dan menjaga keutuhannya. Kekayaan ini mungkin bisa dibilang langka karena kekayaan perbedaan ini jarang ditemui di berbagai belahan bumi lainnya. Apalagi ditunjang keramahan penduduk pribumi terhadap pendatang-pendatang baru. Semakin membawa keindahan dalam perbedaab itu terlihat indah. 

Kekayaan ini patut dipertahankan dan dilestarikan. Karena dengan adanya perbedaan hidup akan terasa lebih bermakna dan berwarna. Juga perlu diingat bahwa tanpa adanya kekayaan perbedaan tersebut maka hidup ini bukanlah apa-apa. Karena dari sanalah kita lebih mampu memahami dan mengartikan maksud dari penciptaan yang berbeda tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar